Deadline? Apa itu? [updated]

31 May

(lagi-lagi ini adalah sticky post. Jadi untuk tau postingan terbaru, keep scrolling ya :) *halah ngerjain aja :mrgreen: )

Ihh judulnya ga banget ya? *ngomentarin judul yang ditulis sendiri*

Halo halo semua. Mohon maaf akhir-akhir ini ga sempet nengok-nengok blog *salim keliling* ga perlu nulis alesannya apa ya, karena pasti klise banget. Tapi kalau alesannya karena saya mau nikah, nanti pasti dikasih tau lah *teteeeepp* :mrgreen:

Eniwey, masih inget kan dengan Pengumuman Proyek Buku Kumpulan Cerita Traveling WB? Nah kalau belum inget boleh deh baca dulu postingannya.

*nunggu pada baca*

Sudah kan? *maksa* Di situ ditulisnya deadline tanggal 31 Mei 2013 yang ternyata adalah hari ini, tapi ada kabar gembira nih:

Deadline diperpanjang menjadi tanggal:

30 Juni 2013 Continue reading 

[Prompt #17] Kenangan

18 Jun

“Bu, kok bengong di sini?” suara seorang wanita mengusikku yang sedang menatap sebuah bangunan.

Aku menoleh dan mendapati seorang wanita muda yang cantik, didekapannya ada seorang anak yang sedang tertidur pulas.

“Eh iya, neng. Saya lagi nostalgia,” jawabku sambil kembali menatap bangunan tersebut.

Wanita itu ikut-ikutan melihat ke arah bangunan.

Lima menit berlalu, tidak ada suara yang terdengar selain desau angin yang berhembus.

“Ada apa dengan bangunan itu, Bu?” kembali wanita itu bertanya kepadaku.

Aku menghela napas, teringat sembilan tahun yang lalu saat aku meninggalkan bangunan itu. Isak tangis murid-muridku terdengar saat aku memberitahukan kalau aku akan pergi dari kota ini. Mataku kembali berkaca-kaca, wanita muda itu melihatku hampir menangis. Segera ia memberikan sehelai tisu yang ada di tasnya. Anak yang ada didekapannya bergerak-gerak. Wanita muda itu bersenandung agar anaknya tertidur lagi.

“Aku merindukan saat itu, saat bangunan ini masih sekolah,” akhirnya aku menjawab, sambil menyeka air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Wanita muda itu ikut terdiam.

Aku kembali meratapi bangunan yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi mall. Di sekelilingnya sekarang banyak sekali terdapat gedung pencakar langit. Lagi-lagi aku merasa miris, dulu aku dan murid-muridku sering bermain di sekitar area sekolah yang memang terdiri dari taman-taman yang hijau dan menyenangkan. Kupu-kupu masih bebas berterbangan, suara kicauan burung terdengar. Sekarang? Jangan harap ada kupu-kupu dan burung-burung yang terbang, yang ada hanyalah polusi udara berwarna hitam dan suara klakson kendaraan yang memekakkan telinga.

Tiba-tiba terdengar suara isak tangis. Aku menoleh dan mendapati wanita muda itu sedang menangis tersedu-sedu.

“Dulu aku yang menjual sekolah ini kepada developer, sekarang aku menyesal karena anak-anakku tidak dapat bermain bebas lagi di sini.”

Aku menatap wajah wanita itu, dan teringat, ia adalah anak dari ketua yayasan. Sembilan tahun yang lalu, ia adalah anak yang menangis tersedu-sedu, menarik-narik rokku agar aku tidak pergi.

Panik panik panik!

12 Jun

Jadi ceritanya kemarin (11 Juni 2013) saya melakukan kebodohan! :lol:

Subuh-subuh saat bangun, saya nyalain HP dan di notifikasinya bilang kalau memori internalnya penuh. Saya buka setting-nya. Emang sih yang makan tempat di memori internal itu aplikasi WhatsApp sama Tweetcaster, tapi saya ga mau nge-clear data yang itu :p males karena nanti pasti harus reset lagi dari awal. Nah kemudian saya ngeliat ada yang namanya Dialer Storage, makan memori sampai 9 MB. Saya pikir “ah aplikasi apaan nih, ga jelas gitu.” Akhirnya tanpa pikir panjang, saya langsung nge-clear data Dialer Storage.

Dan apa yang terjadi sodara-sodara???

….

Continue reading 

Greta and Gretel

10 Jun

Film apa itu?

Oh ternyata bukan film, tapi judul pertunjukan ballet yang kemarin saya tonton. Yes, kemarin (9 Juni 2013) saya dan keluarga berkesempatan untuk nonton pertunjukan ballet di Bandung, tepatnya di Teater Tertutup Taman Budaya Jawa Barat. Kebetulan kakak ipar saya mendapatkan tiket (gratis!) dari studio ballet itu. Memang sih kakak ipar saya jadi semacam panitia gitu. Hihihii Alhamdulillah. Baru pertama kali ini saya nonton pertunjukan ballet.

1

Tiketnya! Yaayyness!

gelang tanda masuk

gelang tanda masuk

Continue reading 

Saya Serius, Kapten!

7 Jun

another flash fiction…

Masih teringat dengan jelas saat aku bertemu dengan Kapten Bhirawa. Kumisnya yang tebal bergerak-gerak saat beliau berbicara. Suaranya yang tegas dan membahana membuat nyaliku sedikit menciut. Aku berulang kali merapikan baju, panas Surabaya membuat keringatku terus menetes di kening.

“Jadi ini yang namanya Dedi?” suaranya terdengar sangat keras di gendang telingaku

“I…iya benar, Kapten,” sahutku. Sungguh, aku sangat gemetaran saat berhadapan dengannya.

Kapten Bhirawa kemudian berdiri sambil mengacungkan secarik kertas. “Saya menemukan surat cinta ini di bawah bantal milik putriku. Kamu serius?!”

Aku tersentak mendengar nada suaranya yang meninggi. Pelan-pelan aku mengangguk sambil mengerling ke arah gadis pujaanku.

“Saya serius, Kapten!” aku sendiri tersentak kaget mendengar kesungguhan suaraku.

Kumis Kapten Bhirawa bergerak-gerak lagi. Aku melihat seulas senyuman mengembang di wajahnya. Beliau mendekati gadis pujaanku yang duduk di pojok ruangan. Matanya terlihat berkaca-kaca saat memegang tangan Marni, gadis pujaanku, yang tersenyum di balik tabung oksigennya. Kapten Bhirawa memintaku untuk mendekat, akhirnya aku gerakkan kursi rodaku ke arahnya.

“Selamat, Nduk. Saya merestui kalian berdua untuk menikah.” Kapten Bhirawa tersenyum, diiringi tepuk tangan dari semua staf rumah sakit tempatku dan Marni dirawat selama ini.

Cerita  ini diikutsertakan pada Flash Fiction Writing Contest: Senandung Cinta

Kue Apem Gula Merah

2 Jun

Akhirnya berkesempatan lagi untuk eksperimen di dapur nyoba berbagai macam makanan. Hihii

Ceritanya, hari sabtu kemarin (1 Juni 2013), mama kepengen makan kue tradisional. Karena ga mau rugi dan ternyata di rumah juga ada beberapa bahan buat bikin kue, akhirnya saya buka-buka buku resep dan kepikiran pengen bikin kue apem. Setelah liat di buku resep, ko rasanya kurang pas ya. Akhirnya buka buku resep online (cari di google) dan ketemu sama resep ini dan itu (tapi nggak nemu lagi linknya, kemarin nyarinya lewat hp. Hiks). Setelah liat-liat, sebenernya sama aja sih, cuma bedanya yang 1 pake ragi, 1 lagi nggak. Dan saya pun memilih untuk pake ragi, meski takarannya ngikut resep yang linknya ga ada (mohon maaf sebelumnya untuk pemilik post tersebut). Karena di rumah ga ada air kelapa (hiks!) akhirnya diganti air biasa aja, ga pake bumbu spekuk juga karena ga ada dan ga suka sama rasanya. Continue reading 

Ade vs Dede

15 Apr

Saya adalah anak bungsu di keluarga kecil saya. Punya dua orang kakak perempuan yang sudah menikah dua-duanya. Dari dulu, saya memang dipanggil “ade”, bukan hanya oleh mama, papa, dan kedua kakak saya, tapi juga sama tetangga di sekitar rumah. Bahkan sampai sekarang yang umur saya udah kepala 2, tetap saja dipanggil “ade”. Karena mungkin kebiasaan dari dulu ya, dan saya juga memang selalu meng-”ade”-kan diri sendiri (belibet bahasanya).

Tapi sekarang saya punya saingan, keponakan saya yang namanya Farzan juga dipanggil dengan sebutan “De”, tapi “dede” bukan “ade”. Tetap aja kalau disingkat kan jadi “De”. Jadi sekarang rada ambigu juga kalau ada yang manggil “De”, antara saya dan Dede Farzan.

Misalnya:

mama: “De, sini makan dulu”

saya: “iya mah, bentar”

mama: “bukan ade, tapi dede”

Yaa begitulah

ini postingan iseng

Dede Farzan

Dede Farzan

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 87 other followers