[Prompt #17] Kenangan

18 Jun

“Bu, kok bengong di sini?” suara seorang wanita mengusikku yang sedang menatap sebuah bangunan.

Aku menoleh dan mendapati seorang wanita muda yang cantik, didekapannya ada seorang anak yang sedang tertidur pulas.

“Eh iya, neng. Saya lagi nostalgia,” jawabku sambil kembali menatap bangunan tersebut.

Wanita itu ikut-ikutan melihat ke arah bangunan.

Lima menit berlalu, tidak ada suara yang terdengar selain desau angin yang berhembus.

“Ada apa dengan bangunan itu, Bu?” kembali wanita itu bertanya kepadaku.

Aku menghela napas, teringat sembilan tahun yang lalu saat aku meninggalkan bangunan itu. Isak tangis murid-muridku terdengar saat aku memberitahukan kalau aku akan pergi dari kota ini. Mataku kembali berkaca-kaca, wanita muda itu melihatku hampir menangis. Segera ia memberikan sehelai tisu yang ada di tasnya. Anak yang ada didekapannya bergerak-gerak. Wanita muda itu bersenandung agar anaknya tertidur lagi.

“Aku merindukan saat itu, saat bangunan ini masih sekolah,” akhirnya aku menjawab, sambil menyeka air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Wanita muda itu ikut terdiam.

Aku kembali meratapi bangunan yang sekarang sudah berubah fungsi menjadi mall. Di sekelilingnya sekarang banyak sekali terdapat gedung pencakar langit. Lagi-lagi aku merasa miris, dulu aku dan murid-muridku sering bermain di sekitar area sekolah yang memang terdiri dari taman-taman yang hijau dan menyenangkan. Kupu-kupu masih bebas berterbangan, suara kicauan burung terdengar. Sekarang? Jangan harap ada kupu-kupu dan burung-burung yang terbang, yang ada hanyalah polusi udara berwarna hitam dan suara klakson kendaraan yang memekakkan telinga.

Tiba-tiba terdengar suara isak tangis. Aku menoleh dan mendapati wanita muda itu sedang menangis tersedu-sedu.

“Dulu aku yang menjual sekolah ini kepada developer, sekarang aku menyesal karena anak-anakku tidak dapat bermain bebas lagi di sini.”

Aku menatap wajah wanita itu, dan teringat, ia adalah anak dari ketua yayasan. Sembilan tahun yang lalu, ia adalah anak yang menangis tersedu-sedu, menarik-narik rokku agar aku tidak pergi.

22 Responses to “[Prompt #17] Kenangan”

  1. 空キセノ June 18, 2013 at 3:50 pm #

    Nice story…🙂

  2. Orin June 18, 2013 at 4:08 pm #

    Hmmm…IMHO ya Put, kalimat “ada apa dg bangunan itu bu?” itu jadi rancu kalo ternyata si wanita muda sebetulnya mengenal ‘aku’, kalo menurutku lebih baik dihilangkan aja, karena logikanya dia udah tahu si aku itu siapa dan kenapa memandang bangunan itu kan? *komen sotoy* hihihihi

    • Putri "jasmineamira" June 19, 2013 at 8:05 am #

      sebenernya sih dalam cerita ini si “aku” dan “wanita muda” itu ga saling mengenal, baru deh pas terakhirnya si “aku” inget kalau wanita muda itu adalah salah satu muridnya sekaligus anak ketua yayasan.
      malah nggak dapet ya pesannya? ada yang salah ini berarti aku nulisnya :p
      makasih masukkannya ya, teh🙂 *ga salah ikutan grup monday flash fiction ini*:mrgreen:

  3. puteriamirillis June 19, 2013 at 4:22 am #

    Hai put, mbak pu lamaa ga berkunjung kemari…
    sedihnya ya kalo bangunan sekolah udah berubah jd bangunan pencakar langit…:)
    ceritanya si ibu dah pikun gt ya?

    • Putri "jasmineamira" June 19, 2013 at 8:07 am #

      hallooo mbak pu🙂
      bukan sih, jadi ceritanya si ibu memang mau nostalgia aja karena dia akhirnya kembali ke sekolah yang sudah lama ditinggalkan. hehehe

  4. noichil June 19, 2013 at 7:34 am #

    Nice story. Semacam perubahan idealisme tapi menentang hati nurani. Dan saya setuju dgn mb Orin, kalimat yg itu dihapus saja. Meski maksudnya mau nanyain apa yang membuat bangunan ini membangkitkan nostalgia, tapi jadinya malah rancu hehehe😀

    • Putri "jasmineamira" June 19, 2013 at 8:09 am #

      iya. hahahahaha berarti maksud yang mau saya sampaikan di FF ini ga nyampe ya?
      *berasa gagal nulis FF:mrgreen:
      makasih banyak masukannya ya, mba🙂

      • noichil June 19, 2013 at 9:18 am #

        sampe koook…
        hanya bagian itu yang ambigu, Mbak😀

  5. Helda June 19, 2013 at 12:42 pm #

    Nice🙂 semoga kasus serupa tidak terjadi lagi dalam kehidupan nyata.

    • Lidya June 19, 2013 at 1:56 pm #

      iya mbak mudah-mudahan cuma ada dicerita ya

  6. erlinda June 19, 2013 at 10:42 pm #

    suka sama twistnya cuma bingung membayangkan sembilan tahun lalu si ibu masih nangis narik rok ibu gurunya sekarang punya anak-anak dan sudah menjual sekolah.

  7. kakaakin June 20, 2013 at 8:47 am #

    Penyebutan tokoh pertama ada aku dan saya nih, Put🙂
    Trus kalo ketemu orang baru, mungkin kita lebih cenderung menggunakan kata ‘saya’ ya…

  8. sulunglahitani June 20, 2013 at 1:17 pm #

    neng-nya pakai huruf kapital ya, mbk. karena merupkan sapaan.
    overall. keren. tapi konfliknya kurng tjam menurutku🙂

    • Putri "jasmineamira" June 23, 2013 at 10:26 am #

      oke, pak sulung🙂
      makasih, harus semakin berkembang nih.
      makasih udah mau mampir dan memberikan masukan🙂

  9. Evi Sri Rezeki (@EviSriRezeki) June 20, 2013 at 4:13 pm #

    Sembilan tahun yang lalu anak itu berapa umurnya? Sudah besar pasti ya? Kan bisa jual sekolah. Paling tidak sudah punya KTP. Agak aneh anak sebesar itu menarik-narik rok si ibu😀

    • Putri "jasmineamira" June 23, 2013 at 10:27 am #

      😆 iyaaa bener! hahaha baru nyadar sendiri setelah baca komen-komen yang masuk. kurang masuk akal ya berarti :p
      makasih banyak udah mampir dan memberikan masukannya ya, mba🙂

  10. latree June 23, 2013 at 6:49 am #

    sebentar….
    itu anak ketua yayasan yang menjual sekolah ke pemilik mall. sembilan tahun yang lalu. dan dia termasuk anak yang menarik-narik rok bu guru supaya jangan pergi.
    dan sekarang dia sedang menggendong anak.

    perhatikan hitung urut waktunya mbak🙂

    • Putri "jasmineamira" June 23, 2013 at 10:29 am #

      *nutup muka*
      iyaaaaa aku kurang memperhitungkan urutan waktu. hehe. makasih banyak ya, mba udah mau mampir dan memberikan masukannya. pembelajaran yang sangaaaatt bermanfaat🙂

  11. ronal June 23, 2013 at 7:41 am #

    penyesalan emang selalu datang terakhir hehe..kalo masalah masukan saya idem sama para senior diatas😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: