Ade vs Dede

15 Apr

Saya adalah anak bungsu di keluarga kecil saya. Punya dua orang kakak perempuan yang sudah menikah dua-duanya. Dari dulu, saya memang dipanggil “ade”, bukan hanya oleh mama, papa, dan kedua kakak saya, tapi juga sama tetangga di sekitar rumah. Bahkan sampai sekarang yang umur saya udah kepala 2, tetap saja dipanggil “ade”. Karena mungkin kebiasaan dari dulu ya, dan saya juga memang selalu meng-“ade”-kan diri sendiri (belibet bahasanya).

Tapi sekarang saya punya saingan, keponakan saya yang namanya Farzan juga dipanggil dengan sebutan “De”, tapi “dede” bukan “ade”. Tetap aja kalau disingkat kan jadi “De”. Jadi sekarang rada ambigu juga kalau ada yang manggil “De”, antara saya dan Dede Farzan.

Misalnya:

mama: “De, sini makan dulu”

saya: “iya mah, bentar”

mama: “bukan ade, tapi dede”

Yaa begitulah

ini postingan iseng

Dede Farzan

Dede Farzan

4 Responses to “Ade vs Dede”

  1. Mita Alakadarnya April 15, 2013 at 10:04 am #

    Dede Farzan nya imut…..

  2. Arman April 15, 2013 at 10:29 am #

    hahaha…
    gua bungsu tapi gak pernah dipanggil ade/dede. dipanggilnya nama aja🙂

  3. Lidya April 15, 2013 at 11:13 am #

    jadi suka tertukar ya. Aku manggil suami mas, makanya nih pascal dipanggilnya Aa bukan mas🙂

  4. bakopi April 15, 2013 at 2:30 pm #

    pa dah kawin…..kamu ade…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: