Mental Miskin dan Mental Kaya

20 Jun

Sebagai SDM baru di tempat kerja, saya dan teman-teman -yang juga baru- diharuskan untuk mengikuti perkenalan profil tempat kerja saya ini. Selama tiga hari, kami diberi tahu tentang profil, visi-misi, unit kegiatan, dan lain-lain. Di hari pertama, seorang petinggi di tempat kerja saya ini memberikan beberapa ‘petuah’ untuk mencari passion masing-masing. Sampai kemudian beliau memberikan penjelasan tentang ‘mental miskin dan mental kaya’.

Menurut beliau, seseorang dikatakan bermental miskin bila yang ada dipikirannya hanyalah membeli. Misalnya, dia selalu ingin membeli sebuah barang (atau apapun). Sedangkan orang yang bermental kaya adalah orang yang berpikir untuk menjual sesuatu. Jadi dia tidak hanya berpikir untuk menghabiskan uang (dengan membeli barang) saja, tapi juga berusaha untuk menghasilkan uang. Mungkin perumpamaan ini mirip dengan Rich Dad, Poor Dad kali yah.

Jujur, pertama kali ngedenger itu, saya langsung tertohok. Sampai sekarang, sepertinya saya masih termasuk dalam orang yang bermental miskin. Karena saya masih saja berpikir untuk membeli sesuatu, bukan menjual sesuatu. Dulu pun waktu ikut kepanitiaan di kampus, saya ga pernah memilih untuk menjadi anggota dalam tim dana usaha. Saya ga pernah mau tahu gimana sih caranya ngehasilin uang. Setelah sekarang bekerja dan mendapat beberapa pengetahuan tambahan, barulah saya menyadarinya, ternyata ga selamanya kita bisa bersandar pada gaji.

Jadi, bagaimana dengan teman-teman sendiri? Apakah sudah bermental kaya semua?🙂

8 Responses to “Mental Miskin dan Mental Kaya”

  1. Asop June 20, 2012 at 9:30 am #

    ….berarti mental konsumerisme itu mental miskin ya, sebenernya…
    Orang2 kaya tidak berarti bermental kaya dong ya.😀

    • Putri "jasmineamira" June 24, 2012 at 6:46 pm #

      yoooiih. konsumerisme itu kan berlebihan yah, jadi sepertinya masuk ke mental miskin. hehe
      kalau yang masalah orang2 kaya ga berarti bermental kaya sih bisa jadi, tergantung gimana orangnya😀

  2. Lidya June 20, 2012 at 10:14 pm #

    jadi orang kaya gak boleh belanja ya? hehehe

    • ndutyke June 24, 2012 at 9:54 am #

      belanja mbak, tapi selain untuk beli buat diri sendiri, juga belanja/kulakan buat dijual lagi ke orang laen, wkwkwkwk…..

    • Putri "jasmineamira" June 24, 2012 at 6:47 pm #

      @mbak lidya: nggak gitu juga sih. hahaha masa ga boleh beli beras yang kita ga bisa ngehasilin sendiri? :p

      @mbak tyka: nah nah itu dia maksudnya😀

  3. Arman June 21, 2012 at 3:04 am #

    masih bermental miskin sih… tapi sebenernya gpp ya bermental miskin asal duitnya banyak. huahahaha.

    • Putri "jasmineamira" June 24, 2012 at 6:48 pm #

      hahaha bener juga, mas :p aku juga masih bermental miskin. tiap gajian bawaannya pengen belanja belanji mulu *curcol

      • Abi Sabila June 26, 2012 at 6:04 am #

        terkadang saya membeli sesuatu bukan karena kebutuhan, tapi menuruti keinginan, ini berarti saya masih bermental miskin ya, Teh?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: