Payung Ungu Amela

19 Mar

Another flash fiction! Jadi, saya lagi ikutan seseruan lagi nih bareng Yumin @WangiMS dan Masmin @momo_DM. Nama proyeknya sekarang adalah #FFHore. Sebenernya ini udah judul ketiga, saya baru tau kalau ada proyek ini. Hehehe. Mmmm seperti sekarang di blog saya ini lagi banyak fiksi. Hehehe. Tapi bakalan saya campur juga kok dengan berbagai macam berita atau cerita yang saya alamin. Semoga tetap senang yahh mampir di blog saya ini. Hihihii. Terima kasih dan selamat membaca🙂

 

Siapa sih yang ga kenal Amela? Amela memang bukan bintang iklan seperti Afiqah yang kehadirannya mampu membuat orang-orang -mulai dari yang kecil sampai dewasa- terpana karena lucu dan menggemaskan. Sebenarnya Amela memang sangat menggemaskan. Dia selalu terlihat berjalan ke sana dan ke mari menggunakan sebuah payung. Pak Ujang, ayahnya Amela, adalah seorang pengrajin payung di komplek kami. Setiap hari, Pak Ujang selalu terlihat sedang membuat atau memperbaiki payung. Amela dengan sabar selalu memperhatikan ayahnya bekerja.

Amela dijuluki sebagai “Gadis Penjual Payung” oleh warga sekitar. Kenapa? Karena setiap Pak Ujang membuat payung baru, Amela selalu memakai payung tersebut jalan-jalan keliling komplek. Bahkan saat bermain dalam rumah, payung itu selalu menemani Amela, meski tidak dibuka. Dan anehnya, setiap Amela memakai payung buatan Pak Ujang, payung itu selalu laris. Kami memang mengakui, payung buatan Pak Ujang adalah payung yang bagus dan tahan lama. Dan kami semakin tergoda bila melihat Amela berjalan di komplek dengan payung yang dibuat ayahnya.

Suatu hari, Pak Ujang membuat sebuah payung yang terbuat dari sisa bahan-bahan payung lain yang berwarna ungu. Jadi seperti kain perca, bahan yang dijahit oleh Pak Ujang semuanya bernuansa ungu, meski berbeda motif. Amela, yang merupakan pecinta warna ungu, langsung jatuh cinta melihat payung tersebut. Setelah payung itu jadi, seperti biasa Amela langsung memakai payung itu berjalan keliling komplek. Dan banyak orang yang tertarik dengan payung tersebut. Tapi karena payung tersebut terbuat dari bahan sisa, akhirnya Pak Ujang tidak bisa berjanji untuk membuat payung seperti itu lagi. Sejak saat itu, Amela selalu memakai payung ungu tersebut, sehingga warga komplek menyebut Amela sebagai “Si Payung Ungu”.

11 Responses to “Payung Ungu Amela”

  1. sunarno2010 March 19, 2012 at 1:20 pm #

    akhirnya menjadi ciri khas ya

  2. Lidya March 19, 2012 at 2:59 pm #

    terkenal berkat payung ungu ya

  3. victoriadoumana March 20, 2012 at 5:03 pm #

    belinya dimana payung ungu😀

  4. Cloud Kim March 20, 2012 at 5:08 pm #

    Ga ujan, ga panas, tetep jalan2 pake payung? :3

  5. Asop March 20, 2012 at 5:52 pm #

    Ini Amela yang di Baubau nih…😆

    • ~Amela~ March 20, 2012 at 6:59 pm #

      nama ku jadi ada di mana-mana sop.. gara2 jadi judul #ffhore

      amela memang gadis yang baik yaa.. (mentang2 namanya sama)

      • Asop March 20, 2012 at 7:03 pm #

        Hyahahaha 😀

  6. @aiyuubunda March 21, 2012 at 10:31 am #

    Amela si payung ungu😉

  7. Akhmad Muhaimin Azzet March 22, 2012 at 10:32 am #

    payung ungunya ga ada yang ngembarin deh…., ungu…ungu….

  8. kakaakin March 23, 2012 at 12:57 am #

    Pengen punya payung seperti punya amela… keknya cantik ya…😀

  9. bundamahes March 30, 2012 at 11:14 am #

    payungku juga ungu lho! bilangin ke amela yak!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: