Aku maunya Kamu, titik!

15 Jan

Masih teringat dengan jelas hari saat kami bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Aku melihatmu sedang berjalan di tempatku. Aku sampai harus mengucek mata, takut salah melihat. Benarkah itu kamu? Kamu yang sudah lama aku dambakan? Kamu yang pergi tanpa perpisahan tiga tahun yang lalu? Kamu yang meninggalkanku yang menangis di hari kepergianmu? Kamu yang banyak memberikan kenangan bagiku? Kamu yang…..

Rasanya akan terlalu banyak jika aku jabarkan di sini. Karena memang akan banyak sekali yang bisa aku ceritakan tentang dirimu. Aku masih ingat caramu tertawa, aku masih ingat wajahmu yang serius saat sedang membaca, aku masih ingat pakaian yang kamu kenakan di hari kepergianmu, aku masih ingat bahwa jantungku selalu berdebar dengan kencang bahkan saat aku hanya melihat punggungmu. Kamu pernah bertanya mengapa aku bisa mengenalinya meski cuma melihat punggung. Aku tersenyum, karena aku mengenalmu. Aku maunya kamu, titik! Kamu terdiam mendengar kalimatku.

Hari itulah pertama kalinya aku melihatmu lagi. Aku tahu kamu masih belum menikah. Entah apa atau siapa yang kamu tunggu. Aku tetap memperhatikanmu dari kejauhan. Kamu mengobrol dengan resepsionis di depan pintu masuk. Aku melewatimu, dan kemudian aku mendengarnya. Mendengar suaramu.
“Kania!” aku menoleh dan tersenyum melihatmu. Kamu pun tersenyum dan mendekatiku.
“Aku datang khusus untuk menemuimu,” katanya. “Tapi mengapa kamu bekerja di tempat ini?” kamu terlihat heran sambil melihat ke sekeliling.

Aku hanya bisa tersenyum. Kamu masih menatapku dengan heran. Kemudian aku menjawabnya. “Aku tidak bekerja di sini, aku sedang belajar.” bukan suaraku yang terdengar, tapi suara resepsionis itu. Sudah setahun aku kehilangan suara, karena pita suaraku rusak parah. Dan baru sebulan ini aku belajar untuk berbaur dan menerima kenyataan bahwa aku sudah tidak bisa mengeluarkan suara. Aku pun belajar mempelajari bahasa isyarat di sekolah ini.
Kamu terlihat kaget saat mengetahui kenyataan ini. Aku tahu kamu terpukul. Tapi kamu tersenyum dan berkata, “Tidak apa. Aku maunya kamu, titik! Tidak peduli bahwa kamu tidak bisa mengeluarkan suara, aku akan menjadi suaramu. Ayo kita menikah!”

Bogor, 15 Januari 2012

Hari keempat #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM

6 Responses to “Aku maunya Kamu, titik!”

  1. nique January 15, 2012 at 7:46 am #

    Bener niy ga mau yang lain? Maunya ‘kamu’ doang? Ga nyesel ya? Hehehehe

  2. Agung Rangga January 15, 2012 at 9:00 am #

    romantis~😳
    kekurangan tak jadi halangan untuk menikah~😉

  3. Hijauku January 15, 2012 at 11:51 am #

    cinta cuma 5 huruf titik. salam kenal🙂

  4. Lidya January 15, 2012 at 2:30 pm #

    pokoknya maunya baca ini. titik🙂

  5. Orin January 16, 2012 at 9:10 am #

    pokonya hari ini harus bikin dg judul baru ya Put, Titik!
    hohohoho

  6. Akhmad Muhaimin Azzet January 17, 2012 at 9:28 am #

    tidak yang lain
    sungguh
    aku sudah cukup
    titik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: