“Kamu Manis,” kataku

14 Jan

Aku menghirup udara pagi yang segar di rumahku. Rasanya sangat nyaman. Aku meregangkan tangan, memutar-mutar pinggang, melemaskan semua anggota badanku yang terasa kaku setelah tidur semalaman.
Kemudian, aku melihat sesosok makhluk yang menarik perhatianku. Segera saja aku memfokuskan mataku padanya. Mataku melihat dengan buram, segera saja aku ingat kalau aku sedang tidak memakai kacamata. Aku mengambil kacamata yang tergeletak di meja samping tempat aku berdiri. Setelah aku memakai kacamata, ternyata makhluk itu sudah pergi, dan aku tidak dapat menemukannya kembali.

Sepanjang hari, aku memikirkan makhluk itu. Pikiranku tidak pernah lepas darinya. Mengapa baru kali ini aku melihatnya? Tidak, sebenarnya pertanyaan yang benar adalah: mengapa aku tidak memperhatikannya? Padahal aku selalu melihat dia bermain dengan yang lain. Tapi saat itu aku tidak benar-benar memperhatikannya.

Sepulang kantor, aku menyempatkan diri untuk melihat ke arah rumah yang berada di seberang rumahku. Berusaha untuk melihat keberadaannya. Tapi dia tidak terlihat. Aku pun segera pulang ke rumah, mencari istriku yang pasti sudah ada di dalam rumah. Benar saja, istriku sedang membaca buku. Aku segera mendekatinya, memintanya untuk bersama-sama pergi ke rumah seberang. Istriku terlihat senang. Sudab berapa lama istriku memang melihat makhluk yang menarik perhatian itu. Tapi aku masih belum percaya sampai akhirnya aku melihatnya sendiri.

Kami berdua pergi bersama ke rumah itu. Sang pemilik rumah meyambut kami dengan senang hati. Beliau membawa kami ke sebuah kamar, tempat makhluk manis yang menawan itu tinggal. Dia tersenyum ketika kami datang. Aku dan istriku semakin jatuh cinta dengannya. Setelah berbincang dengan semua orang yang berwenang, akhirnya kami berencana untuk mengadopsi makhluk manis itu. Kami sebenarnya memiliki anak yang tidak kalah manis, dan dia pasti akan senang kalau tahu kami akan mengadopsi makhluk manis itu. Karena anak kami itu pun sangat menyukainya.

“Saya akan mengantar kalian kepada Lulu lagi,” kata ibu pemilik panti kepada kami. Makhluk manis itu ternyata bernama Lulu. Seorang anak perempuan yatim piatu yang berusia 1 tahun. Kedua orang tuanya telah meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dua bulan yang lalu. Istri dan anakku memang sudah jatuh cinta sejak Lulu datang ke panti asuhan yang berada di seberang rumahku. Aku pun langsung jatuh cinta, meski baru melihatnya. Aku berbisik ke telinga Lulu yang ternyata telah tertidur, “Kamu manis,” kataku.

Bogor, 14 Januari 2012

Hari ketiga #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM

4 Responses to ““Kamu Manis,” kataku”

  1. Lidya January 14, 2012 at 12:00 pm #

    jatuh cinta pada simanis ya

  2. Agung Rangga January 14, 2012 at 3:13 pm #

    saya kira “makhluk manis” itu apaan…
    ternyata seorang gadis manis toh~😆

  3. Orin January 14, 2012 at 3:17 pm #

    aku pikir si manis kucing Put hihihi

  4. kakaakin January 14, 2012 at 11:58 pm #

    Niatan yang mulia, dan menyenangkan pastinya, mengadopsi seorang makhluk cantik🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: