memaafkan

12 Nov

ada sebuah kisah, coba deh baca dulu. mungkin sangat sering kita baca, tp ga ada salahnya kembali mengulang

Anas Ibn Malik r.a. mengisahkan bahwa kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah saw. Beliau bersabda “Akan berlalu saat ini seorang ahli surga.” Saat itu juga seorang sahabat dari Anshar muncul sambil mengusap jenggot menghilangkan bekas wudhu. Tangan kirinya menenteng sandal. Keesokan harinya Rasulullah saw. Kembali mengatakan hal yang sama dan muncul sahabat Anshar itu. Di hari ketiga Rasulullah saw berkata seperti yang ucapkan sebelumnya. Dan, masih sahabat itu juga yang datang.

Ketika Rasulullah beranjak pergi, sahabat Abdullah ibnu Umar membuntuti orang itu. Ia berkata, “Aku berselisih dengan ayahku. Aku bersumpah takkan tinggal bersamanya selama tiga hari. Jika kau izinkan, bolehkah aku tinggal bersamamu selama itu?” Sahabat itu menjawab, “Baiklah.”

Abdullah ibnu Umar bercerita bahwa ia tinggal bersama sahabat itu selama tiga hari. Tapi tak melihatnya bangun tengah malam beribadah, kecuali ketika bangun ia selalu berdoa dan bertakbir hingga menjelang shalat subuh. Abdulah berkata, “ Aku hanya mendengar ia selalu mengucapkan kebaikan. Selam tiga malam itu, hampir saja aku meremehkan semua hal yang ia lakukan. Akhirnya kuputuskan untuk bertanya padanya, “Wahai hamba Allah, sebenarnya tak pernah terjadi perselisihan antara aku dan ayahku, tapi aku mendengar Rasulullah saw. Berkata sebanyak tiga kali “Saat ini akan berlalu seorang ahli surga.” Aku perhatikan ternyata kamulah orangnya. Aku lantas bermaksud tinggal bersamamu untuk mengetahui lebih dekat semua yang kamu lakukan. Tapi sampai saat ini aku tak melihat kamu melakukan sesuatu yang besar dan berharga. Aku bertanya-tanya apa yang menyebabkan Rasulullah saw. Mengatakan demikian.’” Sahabat itu menjawab, “Diriku hanyalah seperti yang kau lihat.”

Setelah mendengar jawabanya, aku beranjak pergi meninggalkannya. Selang beberapa langkah, ia kembali berkata kepadaku, “Diriku hanyalah seperti yang kau lihat, tapi tak pernah terbetik dalam hatiku, perasaan dengki terhadap muslim lainnya atau iri terhadap anugerah yang Allah berikan kepada mereka.” Abdullah ibnu Umar menimpali, “ini dia yang menyebabkan kamu menjadi ahli surga.” (Hadist Riwayat Ahmad dengan sanad menurut syarat Bukhari, Muslim, dan Nasa’i).

Hilangnya dengki balasannya adalah surga. (dicopy dari http://hambaallahswt.multiply.com/market/item/28)

perbuatan yg sangat sederhana, setiap mau tidur sahabat Anshar itu berusaha untuk menghilangkan perasaan dengki, tak enak, dan prasangka kepada sesama muslim. tapi buahnya sangat indah, SURGA. bahkan Rasulullah sendiri yg mengatakan bahwa sahabat Anshar itu adalah ahli surga.

subhanallah..

terdengar gampang bukan? kita hanya diminta untuk saling memaafkan sebelum kita tidur, tentu dgn ikhlas, harus bener2 ikhlas. dan voilaaaa imbalannya adalah surga. siapa yg ga mau coba?

kemarin saya kesel pada seseorang. saya udah berusaha memaafkan, melupakan semua perbuatan dia kepada saya, bahkan sebelum malam tiba, saya udah berusaha memaafkan. tp ternyata, tetep aja pas mau tidur saya jg berusaha untuk memaafkan dia. bahkan saya berdoa untuk dia. tp ternyata, masih ada yg mengganjal, saya blm bisa sepenuhnya memaafkan dia. imbasnya, saya jd ga bisa tidur. sampai jam 12 malam saya guling guling di kasur. balik kanan, balik kiri. akhirnya jam 12 lewat, saya bangun, dan segera solat. inget firman Allah (saya lupa surat apa) yg isinya: “…mintalah pertolongan pada Allah dengan solat dan sabar” memang benar, dgn solat, hati jd lebih tenang. dan ternyata setelah itu plooooooonnngggg hati saya terasa lebih ringan. insyaallah udah saya maafkan. akhirnya saya tertidur dari jam 2 malam sampe subuh (untung ga kebablasan)

itulah sekelumit cerita dari saya. saya masih kesulitan untuk menjadi sahabat Anshar Rasulullah yg dengan hati ikhlas memaafkan semua kesalahan sesama muslim yg menyakitinya. pantas saja balasannya surga.

semoga kita semua bisa menjadi seperti beliau. mudah memaafkan dengan ikhlas, sehingga surga akan menanti kita (dengan catatan hubungan sm Allah dan sesama manusia jg bagus loh :D)

amiiiiinn

note: saya ingin terus menjalin tali silaturahim ini yg udah terjalin. kalo suatu saat anda yg saya maksud baca ini, tolong jgn putus tali silaturahim nya. uhibbuka fillah

13 Responses to “memaafkan”

  1. Shafiqah Adia Treest November 12, 2010 at 6:46 pm #

    ^_^

    aminn ,,, seperti sulit, tapi harus dicoba … memaafkan dengan ikhlas yang tak hanya di bibir saja …

    salam …

    • jasmineamira November 13, 2010 at 1:47 pm #

      @shafiqah: iyaa..harus dicoba..saya jg bukan tipe orang pendendam kok..cm awal2nya aja pastilah ada keselnya..saya jg ga mau mutusin tali silaturahmi..mudah2an dia jg gitu yah..amiiiiinnn

  2. Richie Lanover November 12, 2010 at 7:37 pm #

    ya terkadang memaafkan kesalahan seseorang tu ada sulitnya , tapi lebih bagus lagi kalo kita pemaaf karna tuhan sayang dengan hambanya yang maha penyayang

    • jasmineamira November 13, 2010 at 1:52 pm #

      @richie: harus dong jd orang yg pemaaf..seperti cerita sahabatnya Rasul tadi. cuma gara2 beliau maafin semua kesalahan sesama muslim, beliau udah dijamin masuk surga. siapa yg ga mau coba? hehhehe
      pembelajaran jg supaya bisa saling memaafkan. betul tidak?🙂

  3. Denuzz BURUNG HANTU November 13, 2010 at 3:48 am #

    pembelajaran tengah malam yang sangat bermakna … terima kasih, mbak …
    semoga kita semua menjadi insan yang bisa menghilangkan iri dan dengki sesama muslim di hati …

    Salam BURUNG HANTU

    • jasmineamira November 13, 2010 at 1:53 pm #

      @denuzz: sama2, makasih yaah denuzz..
      amiiiinn..karena sesama muslim ga boleh saling iri dan punya prasangka buruk🙂

  4. adizone23 November 13, 2010 at 11:40 am #

    semoga tidak “Forgiven Not Forgotten”…

    • jasmineamira November 13, 2010 at 1:54 pm #

      @adi: dulu saya gitu. tp insyaallah skrg mah udah tobat..
      forgiven and forgotten🙂

  5. Goda-Gado November 13, 2010 at 1:48 pm #

    mungkin inilah sebenarnya makna lembut yg hakiki

    sampai hr ini, sy meyakini bhw Islam menganjurkan untuk tidak boleh marah atas sesuatu yang menyinggung hati kita secara personal.

    Namun Islam jg menganjurkan umatnya untuk segera bereaksi jika penghinaan ditujukan kepada agama Islam.

    ada pemisah tegas anta kepentingan personal dan islam.

    dan atas apa yang bikin kita sakit hati, pd hakikatnya wajib kita maafkan..
    wallahu a;lam

    cukup bagus postingnya kali ini

    • jasmineamira November 13, 2010 at 2:53 pm #

      @mas ahmed: “cukup bagus postingannya kali ini” waaaaaaaaa berarti postingan saya yg lalu2 ga bagus dong😦 *hehehehe no hurt feeling kok, sante aja :p
      yoooooii..setuju sm statement-nya. kalo udah nyinggung ttg agama Islam mah ya umat harus bereaksi dong..
      siiipp..sesama muslim (dan manusia) harus saling memaafkan🙂
      makasih, maaass

  6. eka felira November 16, 2010 at 7:35 am #

    Like this…
    semoga kita bisa lebih baik lagi ke depannya
    amin…🙂

    • jasmineamira November 16, 2010 at 1:22 pm #

      @mbak eka: amiiiiiinnnn
      mari kita sama2 belajar, mbaaaakk🙂

      • andi arlin April 12, 2014 at 7:25 am #

        izin shaere ya Princes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: