wajah pendidikan usia dini

9 Jul

hari ke tujuh (tanggal 4 Juli 2010) di Desa Karang Papak, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

hari ini saya dan seorang teman diundang ke tempat guru TK di desa sebelah. kami berkenalan saat ada acara pengajian, kebetulan mertua beliau sebagai penceramah yg diundang oleh pengajian ibu2 tersebut. akhirnya saya dan seorang teman pergi ke rumah ibu Rifka di Cimaja, Kecamatan Cikakak.

beliau menyambut kami dengan sangat ramah. kami bercerita tentang banyak hal, terutama tentang pendidikan. beliau adalah guru TK di sebuah yayasan islam. kondisinya cukup menyedihkan, kondisi sekolahnya kurang bagus, bahkan gurunya tidak digaji. mereka secara sukarela melaksanakan tugas sebagai guru itu. mereka hanya berharap dapat menjadikan amalan guru itu sebagai amalan untuk akhirat. tidak ada rasa keterpaksaan untuk mengajar anak2 di desa tersebut.

fasilitas yg dimiliki oleh TK dan PAUD tersebut sangatlah minim. bahkan PAUDnya belum memiliki tempat sendiri. untuk sementara, PAUD bergabung dengan madrasah diniyah. pagi dipakai untuk PAUD, siangnya untuk madrasah diniyah. jadi untuk penempelan display atau alat pembelajaran lain, mereka tidak bisa. mainan edukatif yang dimiliki pun sangat minim. meskipun ada, banyak mainan yang hilang atau dibawa pulang oleh muridnya. guru tidak bisa bertindak banyak.

sangat menyedihkan. berbeda dengan pendidikan di kota yg harganya sampai ratusan ribu untuk sebulan. tapi ternyata, di desa kondisi dan pelayanannya sangat minim. guru2nya sangat sedikit. TK tersebut hanya memiliki 2 orang guru, sedangkan PAUD hanya memiliki 1 guru. jadi, guru TK bergantian membantu mengajar di PAUD. padahal perbandingan guru dan murid yang cocok untuk 1 kelas PAUD adalah 1 guru berbanding 10 murid. tapi kayaknya di PAUD tersebut tidak memenuhi aturan perbandingan. sedih rasanya. tugas kita sebagai penerus bangsa masih sangat banyak. dan yg paling utama adalah pendidikan. tanpa pendidikan, suatu bangsa tidak akan menjadi baik.

kagum sekali melihat guru2 TK dan PAUD di sana yg semangat mengajar. tidak ada rasa terpaksa. kita harus mencontoh sikap mereka yg ikhlas dan dengan senang hati mengajar. tanpa adanya guru2 seperti bu Rifka, mungkin anak2 usia dini tidak dapat menikamati masa2 usia dini dengan bermain, bersosialisasi, sekaligus belajar dengan riang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: