Menjelang Wisuda

24 Feb

H-5 menjelang wisuda…
Yaaaayy! Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu oleh seluruh mahasiswa S1, S2, dan S3 pun hampir datang. Pertanyaan yang sekarang sering ditanyakan ke saya adalah: “kebayanya udah jadi?” Pastinya dong, karena saya pake kebaya yang waktu nikahan kakak saya 2 taun yang lalu. Pastinya sekarang udah jadi :mrgreen: Niatnya mau ngirit, jadi kebaya pake yang udah ada, batiknya juga. Tadinya sepatu mau pinjem punya kakak saya yang dari seserahannya, tapi ternyata sedikit rusak. Jadi terpaksa deh beli sepatu :mrgreen:

Persiapan wisuda buat perempuan itu ternyata emang lebih rempong daripada laki-laki. Iya lah yah, secara dihari-hari biasa aja laki-laki lebih simpel dibanding perempuan. Teman saya (laki-laki) yang wisud bareng saya aja persiapannya cuma nyari dasi kupu-kupu aja, soalnya dia ga mau pake dasi yang biasa. Pengen beda katanya mah. Hehe

Semakin mendekati wisuda, saya semakin berpikir. Perasaan baru kemarin saya masuk kuliah, bertemu dengan teman-teman baru, masuk asrama, bolos bareng-bareng *eh? :p

Rasanya baru kemarin saya menjadi mahasiswa Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK). (kembali) berkenalan dengan teman-teman baru yang kemudian menjadi seperti keluarga. Kebetulan, jumlah mahasiswa IKK angkatan saya hanyalah 45 orang. Jadi kami memang dekat satu sama lain, udah seperti keluarga.

Dan, yaa memang bulan kemarin saya dan teman-teman mengejar untuk dapat wisuda bulan Februari ini. Bahkan saya adalah 4 orang terakhir yang mendaftar. Jadi, setiap periode wisuda, IPB hanya menerima 800 orang, baik S1, S2, S3, maupun Pendidikan Dokter Hewan. Jadi memang harus cepet-cepetan. Dan saya terdaftar di nomor urut 796 dari 800 orang (fiuuuuhh). Perjuangan banget untuk dapet nomor itu *nyengir sendiri kalo inget. Hehehe

Alhamdulillah. Akhirnya wisuda juga. Bakalan ngeliat senyum senang di wajah mama dan papa saat nama saya dipanggil untuk dipindahin umbai-umbai (apa sih namanya?) di toga saya oleh Pak Rektor. Yaaaayy! :)

Semangat buat yang lagi ngurusin skripsinya! Semua akan indah pada waktunya :) hihihii

*tinggal nyari kerja! Tapi ternyata perjalanan masih cukup panjang yah :mrgreen:

14 menuju 15

17 Feb

Postingan ini diikutsertakan dalam #ForYoungerMe yang kembali diadakan oleh duo kece (eh sekarang trio deng) mbak @WangiMS, mas @momo_DM, dan mba @adit_adit Continue reading 

Blog sebagai Portofolio

15 Feb

Portofolio dalam bidang seni, menurut Wikipedia memiliki arti:

Bagi seorang artisarsitek, atau seorang model yang mencari kerja, mereka senantiasa menyertakan “portofolio” dari hasil kerja terdahulunya bersama dengan rekomendasi kliennya. Hasil kerja tersebut adalah berupa karya foto, kliping majalah / koranrancang bangunatau bukti-bukti lainnya. Continue reading 

Biru

12 Feb

Tenang, di postingan ini saya ga akan mengharu biru curhat tentang sesuatu yang menyedihkan. Nggak kok. Udah habis masanya untuk bersedih hati *tsaaahh gayaaa :p #colongan Continue reading 

Hari Senin di Kampus

7 Feb

Senin, 6 Februari 2012

Hari senin kemarin adalah jadwal saya ke kampus. Setelah sebulan diem di rumah terus, akhirnya saya kembali ke kampus lagi :mrgreen: Kali ini buat daftar ulang wisuda. Ah ya, saya belum cerita. Akhirnya setelah penelitian-olah data-konsultasi-pembahasan-konsultasi-seminar-revisi-sidang-revisi kelar juga urusan S1 saya. Alhamdulillah. Dan saya udah jadi sarjana, meski belum disahkan di acara wisuda :mrgreen: tapi masih pengangguran. Ada yang mau ngasih saya kerjaan? *melas banget. Hahahaha Continue reading 

Sepucuk Surat (bukan) Dariku

18 Jan

Coba kalau kamu telpon aku, pasti dengan sigap aku akan mengangkatnya. Tanpa kamu harus menunggu lama. Pada dering pertama, kamu pasti akan mendengar suaraku. Aku akan memulainya dengan pertanyaan biasa: “Apa kabar?”. Setelah itu, aku akan membiarkanmu untuk bercerita. Bercerita apa saja. Aku akan selalu mendengarkan. Aku akan tertawa mendengar semua cerita lucu yang kamu ceritakan. Aku tidak akan memarahimu bila kunci kamarmu hilang lagi. Tidak akan. Aku akan memakluminya. Ya mungkin aku akan sedikit memberi nasihat padamu. Aku tahu kamu tidak suka saat aku memberi sedikit saja nasihat, tapi apalagi yang bisa aku perbuat selain memberi nasihat?
Dan kemudian kamu pun berkata akan pergi. Aku melihat lama percakapan yang terekam di HP-ku. 7 menit 25 detik. Bagiku itu sudah cukup. Sebelum aku sempat mengucapkan kata perpisahan, telpon sudah kamu tutup. Aku hanya tersenyum dan berkata dalam hati: “Tidak apa”. Karena aku sudah memaklumi dan menerimamu dengan setulus hati.

***

Aku membaca kembali surat itu. Bukan surat dariku, tapi surat darimu yang kamu kirimkan kepadaku.

Bogor, 18 Januari 2012

Hari ke tujuh #15HariNgeblogFF *baru ikutan lagi :mrgreen:

Aku maunya Kamu, titik!

15 Jan

Masih teringat dengan jelas hari saat kami bertemu lagi setelah sekian lama tidak bertemu. Aku melihatmu sedang berjalan di tempatku. Aku sampai harus mengucek mata, takut salah melihat. Benarkah itu kamu? Kamu yang sudah lama aku dambakan? Kamu yang pergi tanpa perpisahan tiga tahun yang lalu? Kamu yang meninggalkanku yang menangis di hari kepergianmu? Kamu yang banyak memberikan kenangan bagiku? Kamu yang…..

Rasanya akan terlalu banyak jika aku jabarkan di sini. Karena memang akan banyak sekali yang bisa aku ceritakan tentang dirimu. Aku masih ingat caramu tertawa, aku masih ingat wajahmu yang serius saat sedang membaca, aku masih ingat pakaian yang kamu kenakan di hari kepergianmu, aku masih ingat bahwa jantungku selalu berdebar dengan kencang bahkan saat aku hanya melihat punggungmu. Kamu pernah bertanya mengapa aku bisa mengenalinya meski cuma melihat punggung. Aku tersenyum, karena aku mengenalmu. Aku maunya kamu, titik! Kamu terdiam mendengar kalimatku.

Hari itulah pertama kalinya aku melihatmu lagi. Aku tahu kamu masih belum menikah. Entah apa atau siapa yang kamu tunggu. Aku tetap memperhatikanmu dari kejauhan. Kamu mengobrol dengan resepsionis di depan pintu masuk. Aku melewatimu, dan kemudian aku mendengarnya. Mendengar suaramu.
“Kania!” aku menoleh dan tersenyum melihatmu. Kamu pun tersenyum dan mendekatiku.
“Aku datang khusus untuk menemuimu,” katanya. “Tapi mengapa kamu bekerja di tempat ini?” kamu terlihat heran sambil melihat ke sekeliling.

Aku hanya bisa tersenyum. Kamu masih menatapku dengan heran. Kemudian aku menjawabnya. “Aku tidak bekerja di sini, aku sedang belajar.” bukan suaraku yang terdengar, tapi suara resepsionis itu. Sudah setahun aku kehilangan suara, karena pita suaraku rusak parah. Dan baru sebulan ini aku belajar untuk berbaur dan menerima kenyataan bahwa aku sudah tidak bisa mengeluarkan suara. Aku pun belajar mempelajari bahasa isyarat di sekolah ini.
Kamu terlihat kaget saat mengetahui kenyataan ini. Aku tahu kamu terpukul. Tapi kamu tersenyum dan berkata, “Tidak apa. Aku maunya kamu, titik! Tidak peduli bahwa kamu tidak bisa mengeluarkan suara, aku akan menjadi suaramu. Ayo kita menikah!”

Bogor, 15 Januari 2012

Hari keempat #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 49 other followers