Kemarin sore, sepulang menikmati waktu bersama dengan teman-teman tercinta, seperti biasa, saya melewati jalan yang biasa saya lewati kalo mau pulang (iyalah, mau lewat mana lagi? hahaha). Komplek rumah saya kontur tanahnya berada lebih rendah dari jalan raya yang ada di depannya, jd untuk mencapai rumah saya harus menuruni tangga dulu (kalau dari jalan raya) kalau dari rumah mau ke jalan raya, harus menaiki tangga dulu. Tangganya ga terlalu banyak. Saya pernah iseng menghitung langkah saya dari rumah sampai ke jalan raya, tempat saya biasanya naek angkot untuk ke kampus, tepat 400 langkah saya lewati #gaadakerjaan. Saya sih emang udah biasa jalan. Dari rumah mau ke stasiun, tinggal jalan. Mau ke Pasar Anyar juga bisa jalan (meski lumayan jauh), tapi kalo mau irit ongkos yah mendingan jalan
(rada tipis bedanya antara irit dan pelit
)
Prolognya kepanjangan -.-’
Jadi, kemarin saya pulang saat adzan magrib menggema dari masjid di dekat rumah saya, dan sempet-sempetnya saya foto-foto suasana senja hari di dekat rumah saya. Gunung Salak terlihat dengan anggunnya, diantara senja yang berwarna pink
This slideshow requires JavaScript.
Subhanallah. Selalu suka dengan pemandangan di senja hari
P.S: slideshow-nya baru belajar dari blognya Mas Prima. Makasih loh, mas infonya
kata mereka .....