Archive | cerpen *ceritanya* RSS feed for this section

Caramel Milk Tea

26 Feb

*another flash fiction*

Aku menyeruput teh susu yang masih hangat sambil terus mengerjakan scrapbook yang ada di hadapanku. Berbagai macam foto, potongan-potongan kertas, gunting, lem, dan double-tape berserakan.

Klining.. Bunyi bel kecil yang menggantung di depan pintu toko ku berbunyi, menandakan ada orang yang masuk ke dalam. Aku mendongakkan kepalaku, ada seorang pelanggan yang datang dan mulai bergeriliya di sekeliling toko. Aku kembali menekuni scrapbook yang sedang aku buat. Biar saja pelanggan itu mencari dulu yang dia mau, karena aku ga suka untuk membuntuti pelanggan. Kalau butuh bantuan, dia pasti akan menghampiriku.

“Permisi, mba. Saya mencari kertas background untuk menempelkan foto,” tanya pelanggan tersebut. Tuh kan benar kataku, kalau dia butuh pasti akan datang sendiri. Aku tersenyum sambil berdiri dan menunjukkan tempat menyimpan kertas yang dimaksud. Dia terus bertanya tentang berbagai macam hiasan untuk membuat scrapbook dan aku dengan sabar menunjuk tempat disimpannya berbagai macam hiasan dan peralatan untuk membuat scrapbook. 

Setelah yakin pelanggan itu ga membutuhkan bantuanku, aku segera kembali ke tempatku bekerja. Kembali hanyut dalam scrapbooking dan teh susu hangat.

“Eh ini bagus,” tiba-tiba pelanggan tersebut ada di hadapanku sambil melihat-lihat hasil scrapbook yang hampir selesai. Aku yang terlalu serius dengan kerjaanku menjadi kaget, teh susu yang sedang aku pegang jatuh dan tumpah.

Segera pelanggan itu membantu menyelamatkan scrapbook dari tumpahan teh susu, hanya terkena bagian pinggirnya saja, itu pun cuma sedikit.

“Maaf karena aku mengagetkanmu,” katanya sambil meraih tisu yang ada di atas meja dan membantu mengelap tumpahan teh. “Nama saya Umar,” dia mengulurkan tangannya.

“Asha,” jawabku, tidak menerima uluran tangannya karena lagi sibuk menyelamatkan foto dan potongan-potongan kertas di meja.

“Saya sangat suka melihatmu mengerjakan scrapbook. Maaf karena selama beberapa hari terakhir saya selalu memerhatikanmu dari luar, baru hari ini saya berani untuk masuk dan ternyata saya malah membuat kerusakan di sini,”

Aku menghentikan kegiatanku. Untuk pertama kali melihat langsung ke wajahnya. Dia mengulurkan sebuah gelas, kemudian langsung pergi.

Saking kagetnya, aku ga sempet berbuat apa-apa dan hanya terdiam melihat kepergiannya. Sebuah gelas yang masih mengeluarkan asap panasnya, sungguh wangi dan tercium sangat manis. Secarik kertas berisi sebuah pesan:

Caramel milk tea, untuk kamu yang manis dan misterius seperti rasa teh ini,

Umar 08xxxxxxxx

Kisah Kupu-kupu yang Lucu

24 Mar

Another flash fiction…

Di sebuah padang bunga, beberapa ekor kupu-kupu terbang dengan bebasnya. Warna sayap mereka yang berwarna-warni menyedot perhatian kuntum-kuntum bunga yang berada di sana.
“Ahh, aku iri melihat para kupu-kupu. Mereka bisa terbang dengan bebas diatas sana,” kata Mawar sambil memandang dengan kagum ke arah kupu-kupu.
“Bersyukurlah dengan apapun yang kita miliki, War. Kamu kan bunga yang cantik,” kata Anyelir si bijak.

Sedangkan di atas sana, kupu-kupu melihat hamparan bunga yang sangat indah. Aku ingin menjadi salah satu dari mereka. Sehingga aku tidak perlu lari dari kejaran burung-burung yang ingin memangsaku, kata kupu-kupu dalam hati. Dan burung itu semakin dekat. Kupu-kupu tidak bisa terbang dengan cepat. Diapun menjatuhkan diri ke padang bunga…..

THE END! Hahaha ini bukan cerita kupu-kupu yang lucu yah? Anggap aja kupu-kupu yang lucu yah *maksa* :p. Dan rada ngegantung -.-’ tapi udah beres ko ceritanya. Silakan persepsikan masing-masing :p have a nice weekend :)

Payung Ungu Amela

19 Mar

Another flash fiction! Jadi, saya lagi ikutan seseruan lagi nih bareng Yumin @WangiMS dan Masmin @momo_DM. Nama proyeknya sekarang adalah #FFHore. Sebenernya ini udah judul ketiga, saya baru tau kalau ada proyek ini. Hehehe. Mmmm seperti sekarang di blog saya ini lagi banyak fiksi. Hehehe. Tapi bakalan saya campur juga kok dengan berbagai macam berita atau cerita yang saya alamin. Semoga tetap senang yahh mampir di blog saya ini. Hihihii. Terima kasih dan selamat membaca :)

 

Continue reading 

Drama Satu Hari [Fiksi]

17 Mar

Aku membuka pintu tokoku. Rasanya tadi aku mendengar ketukan. Tapi ternyata setelah aku buka, tidak ada siapa pun di depannya. Aku melihat ke kiri dan kanan. Tetap tidak ada orang. Pintu toko kembali aku tutup. Tunggu, ada yang aneh. Aku kemudian melihat ada sesosok benda di bawah pintu. Dibungkus keranjang roti. Mataku membelalak. Hatiku berdegup. Jangan-jangan bungkusan itu adalah……

Continue reading 

Dag Dig Dug!

13 Jan

Dua hari menjelang sidang skripsi… Continue reading 

“Halo, Siapa Namamu?”

12 Jan

“Halo, siapa namamu?”

Sebuah pesan singkat yang hanya bertuliskan kalimat tanya tersebut mampir di handphone-ku. Dikirim dari nomor tak dikenal. Aku hanya membuka dan membaca pesan tersebut, tanpa membalasnya. Aku memang paling malas untuk membalas pesan dari nomor yang tak dikenal, apalagi hanya sekadar iseng seperti itu. Continue reading 

Senja itu…

3 Apr

Sosok itu telah aku kenal sejak dulu. Hingga kini, kami telah menghabiskan banyak waktu bersama. Bermain, bercanda, dan belajar bersama. Aku sangat suka bersama dengan sosok itu. Dia selalu mampu membuatku tertawa, sehingga membuatku sangat nyaman berada di dekatnya. Meski kadangkala, kami hanya berdiam saja, menikmati senja bersama di padang rumput  yang indah, berbicara dari hati ke hati.

Suatu hari, saat kami sedang berbaring diatas rumput melihat awan yang indah di saat senja, sosok itu dengan sedih berkata:

“Aku akan pergi, jauh dari tempat ini”

Aku terduduk dan menatap sosok itu dengan tajam, “Kenapa kamu pergi? Tak cukupkah untuk tinggal di tempat ini?”

Sosok itu menarik nafas panjang, “Tidak. Aku akan merantau ke tempat lain, melihat bagaimana orang-orang di tempat lain. Aku tak mau hanya berdiam diri dalam tempat ini.”

Aku tahu, tak akan pernah bisa melarang dia. Jadi aku hanya tersenyum, dan berharap semua akan berakhir dengan indah.

cahaya di kegelapan

27 Mar

Suara azan Subuh berkumandang di seluruh kampung.

Ardi tersentak. Sudah beberapa hari ini dia tak sadarkan diri akibat banyaknya minuman berakohol dan obat-obatan terlarang yang dia konsumsi. Permasalahan hidup yang dia alami begitu berat, sehingga dia melarikan diri menuju alam bawah sadarnya.

Azan Subuh masih berkumandang. Ardi ketakutan. Tiba-tiba hatinya bergetar. Matanya mengeluarkan setetes air. Tidak pernah dia merasakan ketakutan seperti ini. Ketakutan yang membuat dia begitu ingin menangis. Ketakutan yang membuat dia ingin kembali ke jalan yang benar.

Kondisi rumahnya berantakan, seperti kapal pecah. Berbotol-botol minuman keras menghiasi lantai kamarnya. Kepalanya pusing, karena terlalu sering mengkonsumsi sesuatu yang merusak tubuh. Tapi dia berusaha untuk beranjak. Kakinya melangkah menuju luar rumah, kemudian tanpa dia sadari, dia pergi ke arah masjid.

Air wudhu yang membasahi wajahnya membuat dia segar kembali. Air mata kembali menetes ke wajahnya. Berbagai peristiwa kelam berkelebatan dalam ingatannya. Dia semakin menangis. Semakin tak kuasa untuk berdiri.

Ardi mencoba untuk melangkah ke dalam masjid. Di dalamnya, orang-orang sudah mulai untuk solat berjamaah. Tapi Ardi berhenti, dia mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam masjid dan ikut solat bersama. Ardi merasa kotor, dia ingin menjadi bersih dulu sebelum menghadap Allah.

Ardi menangis. Menangis sejadi-jadinya. Menyesali semua yang telah dia lakukan.

cahaya di kegelapan
cahaya di kegelapan

“Dark times lie ahead of us and there will be a time when we must choose what is easy and what is right” (Albus Dumbledore)

*sebuah fiksi yang ditulis hanya dalam waktu 10 menit. maaf kalo hasilnya jadi aneh begini :D

yang kita butuhkan…

17 Mar

Sebuah cerpen lagi, untuk menemani para narablog yg sedang berkunjung ke blog saya ini. Please enjoy it! :) Continue reading 

Pelangi di Atas Panti

5 Mar

Kecubung 3 Warna

Ali. Itulah namanya. Sebuah nama yang mengingatkanku kepada sepupu kecil Nabi Muhammad yang pemberani. Memang seperti itulah Ali yang aku kenal. Ali adalah seorang laki-laki yang sangat pemberani. Pada saat tidak ada yang berani untuk mengambil bola yang tersangkut di pohon, Ali berani memanjatnya. Meski setelah dia turun, badannya bergetar hebat. Ali sebenarnya takut, tapi tak pernah diperlihatkannya. Continue reading 

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 77 other followers