Archive | cerita saya RSS feed for this section

Ade vs Dede

15 Apr

Saya adalah anak bungsu di keluarga kecil saya. Punya dua orang kakak perempuan yang sudah menikah dua-duanya. Dari dulu, saya memang dipanggil “ade”, bukan hanya oleh mama, papa, dan kedua kakak saya, tapi juga sama tetangga di sekitar rumah. Bahkan sampai sekarang yang umur saya udah kepala 2, tetap saja dipanggil “ade”. Karena mungkin kebiasaan dari dulu ya, dan saya juga memang selalu meng-”ade”-kan diri sendiri (belibet bahasanya).

Tapi sekarang saya punya saingan, keponakan saya yang namanya Farzan juga dipanggil dengan sebutan “De”, tapi “dede” bukan “ade”. Tetap aja kalau disingkat kan jadi “De”. Jadi sekarang rada ambigu juga kalau ada yang manggil “De”, antara saya dan Dede Farzan.

Misalnya:

mama: “De, sini makan dulu”

saya: “iya mah, bentar”

mama: “bukan ade, tapi dede”

Yaa begitulah

ini postingan iseng

Dede Farzan

Dede Farzan

Hujan Rintik-Rintik

20 Mar

Judul postingan kali ini adalah sebuah judul puisi yang dibuat oleh salah seorang siswa saya di kelas 2, namanya Fathan. Apakah ada yang nanya, “kok murid kelas 2 udah bikin puisi sih?” jadi gini ceritanya

*nyeruput teh*

Setiap pagi, anak-anak diminta untuk menulis diary (kami menyebutnya diary writing). Sebenernya ga nulis diary kayak perasaan gitu sih, itu cuma istilah aja. Ada temanya setiap hari, misalnya hari ini tentang pengalaman outbound, ada juga yang temanya tentang puisi seperti yang mau saya ceritakan ini.

Saya lupa pernah membaca puisi ini, tapi saat sama Fathan di ketik ulang (biasanya saat menulis DW anak-anak menulis tangan di buku biasa), saya langsung terpesona. Untuk seukuran anak kelas 2 ini, puisi ini menurut saya bagus. Hihihii. Boleh dibaca Continue reading 

Pengumuman: Buku Kumpulan Cerita Traveling WB

22 Feb

PERHATIAN: Postingan terbaru ada di bawah postingan ini ya. Karena postingan ini akan di atas terus sampai 31 Mei 2013

Di kelas, kalau saya ngomong “Pengumuman”, teman-teman kecil saya pasti menjawab “jeng..jeng..jeng..jeng..hap!”

Jadi saya ulangi ya: “PENGUMUMAN!”

“Jeng.. jeng.. jeng.. jeng.. hap!”

Terima kasih teman-teman :mrgreen:

Jadi, Warung Blogger lagi punya proyek nih. Apa sih proyeknya? Proyeknya adalah mau bikin buku kumpulan cerita dari para warganya untuk diterbitkan di nulisbuku.com (self-publishing). Pakde Cholik lah pertama kali mencetuskan ide tersebut. Saya yang biasanya cuma selewat-selewat aja bacanya (hihii ketauan deh) jadi serius dan mantengin terus tentang proyek ini. Penasaran sih. Akhirnya ngeklik link nya Pakde yang ini dan yang ini. Di situ dijelaskan tentang buku kumpulan cerita yang dimaksud. Continue reading 

Murid Saya (Part 2)

28 Jan

Yeeeaayy selama 2 minggu mulai hari ini saya nggak ada jadwal ngajar *joget-joget* meski ga ngajar tapi tetep ke sekolah dong. Ngurusin kegiatan paginya anak-anak, nyerewetin mereka kalo belum selesai ngerjain tugasnya, dan lain-lainnya. Tetep ye kerjaannya banyak, meski masih ada waktu buat ngenet dan sekedar males-malesan :p

Seperti di postingan sebelumnya yang bercerita tentang Iwan (bukan nama sebenarnya), di situ kan dibilang kalau semua anak di kelas itu spesial. Maksudnya adalah semua anak-anak itu emang spesial kan, bukan berarti yang spesial itu hanya anak berkebutuhan khusus ya. Sekarang cerita tentang siapa yaaa *mikir ceritanya*

*masih mikir*

Yaudah deh, mau cerita tentang D aja. Nah D ini sangat ga suka sama yang namanya buah. Waktu kelas 1, kalau reward abis makan siangnya buah, pasti D punya alesan untuk nggak makan buah itu. Akhirnya seminggu yang lalu, bundanya D sms saya, minta bantuan untuk menemani D makan buah tiap hari. Jadi bundanya membekali D buah untuk dimakan saat snack time (sekitar jam 9an). Mulailah saya menemani D untuk makan buah. Hari pertama D membawa jeruk. Untuk menghabiskan 1 buah jeruk, ternyata D membutuhkan waktu sekitar 1 jam :O dan dia makannya itu cuma dijilat aja jeruknya. Lah pegimane mau abis ya tu jeruk -.-’ hari pertama saya masih ngeliatin aja gimana cara dia makan.

Hari kedua, D kembali dibawakan jeruk. Akhirnya saya membagi jeruk itu menjadi 3 bagian. D memakan bagian pertama saat snack, lumayan lah, dalam waktu kira-kira 5 menit sudah habis bagian pertama. Meski D cuma memakan (atau meminum?) sari-sari jeruknya, itupun ga semua sari-sari jeruknya diminum, banyak yang beleberan di bawahnya. Bagian kedua dimakan sebelum makan siang. Bagian ketiga saat pulang sekolah. Ya, jadi ga terlalu lama lah makannya kalau dibagi-bagi.

Hari ketiga, D bawa buah naga, itu pertama kalinya D makan buah naga. Saat melihat bekalnya, D terlihat ragu-ragu, dia geli kayaknya ngeliat biji buah naga bertebaran di buahnya. Awalnya saya potong menjadi kecil sekali (padahal bundanya udah memotong buah itu jadi kecil) dan saya suapi dia. D terlihat mau muntah, tapi terus saya dan teman-teman yang lain membantu memberi motivasi kepada D supaya memakan buah tersebut. Berhasil juga sih, meski buah naganya ga habis. Hehehe. Kali ini saya ga maksa supaya dihabiskan, tapi lain kali harus habis *maksa :p

Hari keempat sampai sekarang, D kembali bawa jeruk. Hari ini saya sedikit memaksa D supaya memakan semua buah jeruknya, ga cuma sari-sarinya aja. Berhasil cuma setengah pasi buah jeruk. Itu juga makannya kayak makan obat, perlu dibantu pake air.

Besok saya minta D bawa buah yang lain, sepertinya D sudah bosen sama jeruk. Hehehe yang jelas saya ga bosen makan jeruk *siapa yang nanya? :p

Murid saya….

3 Jan

Huwaaaa udah lama banget blog ini dianggurin :( daripada semakin berdebu, mendingan diisi postingan lagi. Hehehe *harusnya dari dulu ya rajin ngisi blog. Ini ada cerita sedikit tentang murid saya yang spesial. Ayo dibacaaaaa :)

Sebut saja namanya Iwan. Dia adalah satu-satunya murid berkebutuhan khusus di kelas saya. Entah ya jenis kebutuhan khususnya apa. Kami ga berhak untuk mencap anak ini termasuk kebutuhan khusus yang mana. Iwan sangat suka untuk berjalan-jalan keliling kelas. Saat pembelajaran maupun saat bermain. Kalau Iwan datang, dia pasti mulai mengoceh dan akan terus mengoceh. Entah itu mengajak ngobrol, bercerita, maupun ngomong sendiri. Kadang saya masih suka kesulitan untuk menangani dia. Meskipun Iwan mempunyai seorang pendamping khusus, tetap saja kan guru yang mengajar di kelas juga harus bisa menangani dia. Karena ga selamanya kita akan tergantung sama guru pendamping tersebut. Kalau satu hari guru pendamping itu ga masuk, masa Iwan saya biarin aja. Ga mungkin kan, kasian juga orang tuanya yang udah bayar mahal-mahal. Hehehe. Senggaknya kan saya harus punya kemampuan dasar untuk menangani Iwan.

Balik lagi ke Iwan, dia senang sekali bercerita. Tapi ada 1 topik khusus yang Iwan sangat suka. Yaitu kalau udah ngomongin tentang….. IKAN! Wah Iwan akan senang sekali kalau ngomongin tentang ikan. Bisa abis berjam-jam dengerin dia cerita tentang ikan. Kadang pagi-pagi saat dia baru datang, dia menghampiri saya sambil nyerocos ngomong, “Bu, kemarin aku mancing ikan. Dapat ikan buntal dan catfish.” Kalau dia udah cerita, saya mendengarkan saja. Sambil menimpali sebisanya. Hehehe. Cita-cita dia pun sangat unik. Di saat teman-teman yang lain cita-citanya adalah pemain bola, profesor, dan sebagainya, Iwan ingin menjadi: PENELITI IKAN. Anak itu emang unik.

Jadi inget film India yang judulnya Taree Zamen Par (Every Child is Special). Film itu menceritakan tentang seorang anak yang belakangan diketahui sebagai anak yang disleksia. Anak tersebut kalau saya liat sih hampir mirip sama Iwan. Suka bengong. Cuma bedanya anak di film itu kan akademiknya kurang, kalau Iwan dalam hal akademik dia sudah bagus. Mengerti dengan apa yang kami jelaskan. Yaa cuma itu, kadang kalau lagi pembelajaran klasikal, Iwan masih suka ngoceh dan ga fokus. Bagaimana pun, setiap anak adalah spesial. Baik anak yang berkebutuhan khusus maupun anak yang normal. Makin senang setelah berkecimpung di dunia anak. Hehehe. Semoga bisa menambah pengetahuan lagi supaya jadi bekal nanti kalau saya udah punya anak. Aamiin :)

Gampang-gampang Susah

6 Nov

Jadi pengajar itu gampang-gampang susah.

Harus mau belajar banyak. Yaa belajar apa yang mau kita ajari, belajar memanage kelas gimana bisa efektif saat belajar, belajar gimana menghadapi anak. Apalagi saat murid meminta bantuan untuk mendamaikan konflik diantara mereka. Jadi guru itu sekalian belajar juga bagaimana mengatasi konflik yang ada.

Harus mau mendengarkan cerita murid. Murid akan bercerita apa saja sama guru, baik itu yang berhubungan dengan pelajaran ataupun cerita kesehariaannya mereka. Mendengarkan aktif ya, bisa juga menimpali, memberikan kesimpulan, serta mengambil hikmah dari cerita itu. Jadi tidak hanya sekedar mendengarkan, tapi juga ikut terlibat dalam percakapan.

Harus berbaur. Maksudnya sebagai pengajar juga kita berbaur dengan murid, tidak mengeksklusifkan diri karena kita yang mengajari mereka. Padahal bisa jadi kita yang labih banyak belajar dari mereka.

Jadi pengajar itu bukan berarti kita tahu segalanya. Banyak murid yang lebih pintar dari gurunya, jadi guru juga pasti akan banyak belajar dari muridnya. Tidak hanya pelajaran, tapi juga tentang makna hidup.

Jadi pengajar itu menuntut untuk kreatif. Saya bukan tipe orang yang kreatif, tapi mau ga mau ya harus belajar juga menjadi kreatif, karena murid cepat bosan dengan hal-hal yang itu itu saja.

Jadi pengajar itu awet muda, karena banyak bergaul dengan murid-murid yang pastinya lebih muda dari kita :lol:

Yang pasti, jadi pengajar itu berarti menabung untuk akhirat nanti (aamiin). Kalau dijalani dengan senang hati dan ga terpaksa, maka akan menjadi kegiatan yang menyenangkan *tsaaaaaaahh belagu banget saya :lol:

Homevisit rasa Kunjungan Edukatif

25 Oct

Hai! Kali ini saya akan bercerita tentang kegiatan anak-anak di sekolah. Dua postingan yang lalu, saya pernah bercerita tentang Kunjungan Edukatif ke Penangkaran Rusa, kali ini saya akan bercerita tentang homevisit. Sesuai namanya, homevisit artinya kami pergi ke rumah salah seorang murid. Di rumahnya, kami meminta orang tua murid tersebut sebagai guru tamu. Jadi tidak hanya belajar bagaimana cara bertamu yang baik dan sopan, anak-anak juga tetap mendapat pelajaran, meski ga mereka sadari.

Kemarin (Rabu, 24 Oktober 2012), kami berkesempatan untuk homevisit ke rumah Hilmi. Kebetulan Hilmi ulang tahun, jadi orang tua-nya secara khusus memesan untuk homevisit hari itu.

di rumah Hilmi

memperkenalkan diri kepada orang tua Hilmi

Homevisit kali ini sedikit berbeda. Biasanya orang tua menjelaskan sesuatu di dalam rumahnya, tapi kali ini mama-nya Hilmi selain menjelaskan di rumah, juga membawa kami ke Kuntum Nursery, sebuah kawasan agrowisata di Tajur. Sebelum berangkat ke Kuntum Nursery, Mama Hilmi menjelaskan tentang bagian-bagian tanaman, jenis-jenis tanaman, dan tempat hidup tanaman. Kerjaan saya bisa sedikit berkurang karena Mama Hilmi sudah menjelaskan banyak hal :D Terus lanjutlah kami jalan kaki ke Kuntum Nursery, karena rumah Himi berada di dekat Kuntum Nursery itu.

petualangan dimulai

petualangan dimulai

nyampe deeehh

nyampe deeehh

Sesampainya di Kuntum, kami sudah ditunggu untuk segera memulai petualangan. Setelah mendengar penjelasan mau apa saja hari itu, kami segera masuk ke dalam sambil melihat-lihat tanaman air yang ada di sekitar kolam. Di pinggir sudah ada tikar untuk tempat duduk anak-anak sambil mendengarkan tentang tanaman herbal. Penjelasan dari Nenek -kami diminta memanggilnya Nenek- sangat jelas dan atraktif. Berbagai tanaman herbal dijelaskan. Bahkan kami diminta untuk memakan beberapa daun dari tanaman tersebut: antaman, mint, dan stevia. Seru sekali, anak-anak berebut untuk menyicipi rasa daunnya. Dan ternyata mereka suka loh. Apalagi daun stevia yang sangaaaatt manis.

lagi mendengarkan penjelasan tentang tanaman herbal

lagi mendengarkan penjelasan tentang tanaman herbal

Abis itu, kami menanam selada. Ada dua jenis selada yang akan kami tanam, selada keriting dan selada batavia. Saya ngambil dua-duanya :D *gurunya ikutan heboh juga pas lagi bertanam :lol:

yuk mari bertanam selada

yuk mari bertanam selada

Oleh-oleh dari Kuntum Nursery adalah masing-masing anak membawa sebuah selada yang mereka tanam. Kalau gurunya? Satu orang dikasih 3 tanaman selada :p lumayan lah, siapa tau nanti bisa jadi usaha sampingan *eh :p

Jam sudah menunjukkan pukul 11.20. Saatnya kembali ke rumah Hilmi untuk makan, potong kue, dan bersiap untuk pulang. Anak-anak kelaperan abis dari kebun, semua makanan yang disuguhkan habis, bahkan ada beberapa anak yang nambah makan. Hehehe kecapean kayaknya. Dan waktunya potong kue.

kue ultahnya Hilmi. soooo yummeeeehh :D

kue ultahnya Hilmi. soooo yummeeeehh :D

Akhirnya abis makan-makan, kami pulang dengan bawa bingkisan makanan (lagi). Pokoknya homevisit itu seru deh. Selalu dapet banyak makanan :lol:

Sebenernya banyak foto yang mau dibagi, tapi ternyata koneksi internetnya lagi jelek. Iyuuuuuhh, padahal lagi semangat. Hehehe. Sudah ahh. Cukup sekian cerita saya kali ini. Have a nice day  :)

Angkot vs Sepeda Motor

29 Sep

Isu tentang angkot versus sepeda motor ini udah berlangsung sejak saya keterima kerja. Papa keukeuh pengen saya bisa ngendarain sepeda motor sendiri biar kalau berangkat kerja saya ga usah naek angkot. Sedangkan saya sendiri keukeuh ga mau belajar sepeda motor. Karena saya punya prinsip sendiri, kalau saya lebih baik naik kendaraan umum, sebagai kontribusi saya untuk bumi. Maksudnya supaya ga nambahin polusi udara dari kendaraan pribadi. Hehehe dari dulu saya emang pengen menjadi lebih hijau, meski kadang-kadang malah ngerepotin sendiri.

Contohnya, waktu itu saya diminta untuk  ke Departemen Kehutanan dalam rangka kunjungan edukatif ke Penangkaran Rusa, ga ada yang bisa nganterin saya soalnya lagi pada sibuk di sekolah. Akhirnya saya sendiri, naik angkot. Sebenernya manager meminta untuk temen saya yang bisa naik motor yang nganterin suratnya, tapi temen saya itu ada jadwal ngajar, jadilah saya yang harus ke sana. Ini salah satu kerugian ga bisa ngendarain motor, waktu tempuhnya jadi lebih lama (karena angkot suka ngetem dan jalur angkot lebih muter), ongkos jadi lebih mahal (karena sekali naik angkot itu Rp 2000, dan dari sekolah-Departemen Kehutanan-sekolah itu 5 kali naik angkot).

Jelas saat ini yang menyumbangkan kemacetan di Bogor bukan cuma angkot yang sembarangan ngetem aja. Tapi juga sepeda motor yang jumlahnya semakin banyak. Karena badan si sepeda motor kecil, jadi mereka bisa seenaknya nyalip gitu aja. Padahal tingkat kecelakaan sepeda motor (mungkin) lebih tinggi. Saya aja suka serem kalau dibonceng, apalagi pas lagi macet-macetan dan nyalip gitu. Hiiiiiyy.

Saya ini tipe orang yang lebih seneng melihat-lihat pemandangan di jalan. Jadi kalau misalnya saya disuruh untuk mengendarai kendaraan sendiri, saya takutnya ga konsen. Dan saya juga suka banget cari inspirasi kalau lagi di jalan. Ngeliat berbagai orang atau kejadian yang ada di sekitar. Hehehe. Alasan paling utama adalah: saya emang ga bakat ngendarain kendaraan. Naik sepeda aja beraninya cuma di jalan yang kecil aja, padahal dari pada naik motor, saya lebih pengen naik sepeda aja ke sekolah. Selain ga ada polusi yang ditimbulkan, bisa sekalian olahraga juga. Tapi ga berani juga sih dari rumah ke sekolah naik sepeda, jauh banget, mana jalannya ada tanjakan yang curam, makin serem aja :D

Jadi daripada saya sendiri yang ngendarain motor, saya mending naik angkot. Kalau ada yang mau ngajak bareng naik motor sih saya ga akan nolak :lol:

PS: saya pengen belajar ngendarain mobil aja, karena orang yang bisa masuk di mobil lebih banyak daripada motor :D saya juga pengen punya mobil yang ramah lingkungan. Ada yang mau ngasih? :p

Ke Penangkaran Rusa

24 Sep

Yuhuuuuuuu ketemu lagi sama saya. Sori mori stroberi nih blog saya ini jarang diisi. Hihihii. Kalau mau ngasih alesan juga pasti klise banget deh. Ga usah pake alesan deh yaa :p

Lanjut mau cerita tentang kerjaan sekarang. Jadi ceritanya hari Rabu tanggal 19 September 2012 kemaren, saya dan teman-teman kecil saya berkunjung ke Penangkaran Rusa di Dramaga dalam rangka kunjungan edukatif. Jadi, kami berkunjung sekaligus untuk menambah wawasan buat para murid-murid. Karena di kelas tema pelajarannya tentang hewan, jadinya kami berkunjung ke tempat yang ada hewannya juga.

siap-siap berangkaaaatt

siap-siap berangkaaaatt

Jam 10 tepat, kami sampai di tempat penangkaran rusa tersebut. Dan dimulailah petualangan di sana…..

 

Udara di sana sejuk sekali, karena banyak pohon. Berasa lagi di hutan beneran. Hihii :)

are you ready????

are you ready????

sebagian rusanya

sebagian rusanya

Dari kunjungan edukatif itu, saya jadi tau kalau tanduk rusa jantan yang sudah tua akan copot dengan sendirinya. Pantes waktu itu saya ngeliat rusa yang ada di Istana Bogor, tapi yang jantan itu tanduknya kayak dipotong. Saya kira emang sengaja dipotong eh ternyata tanduknya emang copot sendiri kalau udah tua :D

Terus ternyata kalau abis melahirkan, si induknya langsung memakan ari-ari bayinya. Hiiiiiiyyy, eneg dengernya. Katanya sih supaya predator ga ada yang nyamperin. Gurunya juga jadi ikut belajar banyak nih :D

Setelah banyak mendapat penjelasan dari bapak-bapak di sana, kami makan siang dan solat. Sebelum pulang, karena tempat penangkaran itu dekat dengan situ (danau) akhirnya kami main-main dan foto-foto di sana dulu *tetep* :p

lagi pada merenung

lagi pada merenung

unyuh unyuh gimanah gituh :p

unyuh unyuh gimanah gituh :p

kelasku tercintaaaa! 2 Ibnu Batutah <3

kelasku tercintaaaa! 2 Ibnu Batutah <3

Kelas 2 Ibnu Sina <3

Kelas 2 Ibnu Sina <3

Begitulah kegiatan di sekolahku. Ada kunjunga edukatif, home visit, ada business day *setiap hari jumat, giliran kelasnya, murid-murid membawa makanan dari rumah untuk dijual di sekolah. Kelas saya udah kebagian gilirannya, tapi saat itu saya ga masuk gara-gara sakit. Hiks :(

Sekian laporan kali ini. Have a nice day, pals :)

Welcome To the World, Farzan :)

27 Aug

Sebelum memulai postingan ini, izinkanlah saya *tsaaahh* untuk mengucapkan:

Taqobbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1433 H (telat yeeee :D )

Nge-update blog cuma buat ngasih kabar, mmmm sebenernya udah lama sih, tapi pengen ngabarin aja gitu di sini. Hehehe

Alhamdulillah saya sekarang punya tiga ponakan (yang satu udah meninggal, jadi tinggal dua), adiknya Aubrey. Masih inget kan sama Aubrey? Postingan kelahirannya yang ini loh. Sekarang adiknya Aubrey, namanya Farzan lahir tanggal 10 Juli 2012 (cuma beda 2 hari sama tanggal lahir saya. Hihiii)

Dede Farzan dan Kaka Aubrey

Dede Farzan dan Kaka Aubrey

Itu foto Dede Farzan sehari setelah lahir. Kalau Farzan yang sekarang (sebelum postingan ini dibuat)

Ahmadhusani Farzan Umar

Ahmadhusani Farzan Umar

Ganteng kan keponakan saya?? :p *selfkeplak*

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 77 other followers