semester 7 ini, di departemen saya ada mata kuliah Konseling dan Bimbingan Keluarga. mata kuliah ini mempelajari tentang bagaimana cara untuk memberikan konseling ke keluarga atau individu yg punya masalah keluarga. sebelum UTS, dosen saya memang berjanji untuk ngajak kami ke sebuah LSM yg khusus untuk menangani kasus2 rumah tangga. mulai dari KDRT, perkosaan, hamil di luar pernikahan, sampai hal2 kecil yg dianggap sebagai penyebab pertengkaran di keluarga.
akhirnya kemarin (20 Oktober 2010) saya dan teman2 (sm dosennya jg) pergi ke LSM Pratista yg ada di Cimanggu, Bogor. saya kira tempatnya luas. soalnya untuk konseling, biasanya dibutuhkan ruangan yang cukup leluasa, agar klien bisa menumpahkan kekesalan atau kesedihannya dulu. tp ternyata, LSM Pratista itu berupa rumah biasa. kecil (apa karena ada 50 orang yg berkunjung ke sana yah? hehehe). meski kecil, tp ternyata Pratista sudah mulai dikenal dan diundang ke berbagai tempat. tp yg jd kendala saat ini adalah, kurangnya SDM dan tentu saja, finansial. hanya ada 4 orang yg dari hati bekerja di sana. 2 orang adalah pendirinya. kagum sekali melihat mereka dengan semangat terus memperjuangkan Pratista. dari yg tdnya belum dikenal sama sekali oleh masyarakat, sampai akhirnya bisa diundang kemana2.
Bu Neti, salah seorang pendiri Pratista, bercerita tentang berbagai macam kasus yg pernah mereka tangani. dari kasus yg sangaaaaaattt beraaaaatt sampai kasus ringan. kasus yg termasuk berat, dapat diajukan ke pengadilan untuk diproses secara hukum. meski para superwoman yg bekerja di Pratista ini tidak pernah belajar secara formal tentang konseling, psikologi, maupun hukum, mereka tetap belajar melalui buku dan sumber lainnya. Bu Yus, sang pencetus Pratista, memang udah biasa menangani kasus tentang rumah tangga. makanya beliau berani untuk terus memperjuangkan keberadaan Pratista ini.
dari cerita yg mereka kemukakan, ternyata banyak bgt pelajaran yg bisa dipetik. konselor itu bukan pemberi solusi, konselor adalah seorang pendengar aktif, yg berusaha untuk mendengarkan semua keluh kesah klien dan membantu sebisanya. keahlian pertama yg harus dimiliki oleh seorang konselor adalah mendengar secara aktif. iya, fardu ‘ain itu hukumnya
kalo ga mau ngedengerin cerita orang, ya jgn jd konselor..hehehehe
selain itu, konselor jg harus berani. oh ya, konselor adalah pihak yg ditengah2. ga memihak klien atau pun pelaku. konselor harus melihat permasalahan dari semua sisi. berani disini artinya harus berani menegakkan keadilan. jg berani menghadapi semua kemungkinan yg ada. para pelaku kekerasan biasanya ga terlihat secara fisik. jarang bgt pelaku kekerasan yg badannya besar dan serem. sebaliknya, pelaku kekerasan biasanya orang yg ga pernah kita duga. tp bukan berarti fisik yg kecil ga bikin serem. ada loh seorang istri yg digebukin suaminya sampai bonyok2, dan ternyata suaminya itu secara fisik kecil, “kena angin dikit aja bisa terbang”, gitu kata Bu Neti. kalo kita “ikut2 campur” urusan rumah tangga orang, memang harus berani. (hehehe ga nyambung kayaknya -.-’)
konselor jg harus menghargai klien. konselor ga boleh membocorkan rahasia klien ke siapapun. kecuali ke sesama konselor untuk meminta pendapat, itu pun cm garis besarnya aja. untuk kepentingan pendidikan aja ga boleh. hehehe
Bu Neti dan Bu Yus banyak bercerita tentang berbagai macam kasus kekerasan yg pernah mereka tangani. dan semua kasus itu membuat saya dan teman2 ngilu. yaa Allah, ada yah manusia yg tega melakukan kekerasan fisik dan seksual kepada istrinya, bahkan ada anak dibawah umur yg udah mengalami kekerasan seksual. Astagfirullah, kemana hati nurani mereka?? miriiiiss mendengarnya.
dari jam 8 pagi sampai jam 10 kami di sana. cerita2 dari Bu Neti dan Bu Yus masih terasa sangat kurang bagi kami, para calon konselor (amiiiinn). masih banyak pertanyaan yg ingin ditanyakan. tp waktu jua lah yg memisahkan *ihh resmi bgt..hahahaha. sayang kami ga berfoto bersama
siangnya, temen saya yg D3 diwisuda! horeeeeee! kan kalo IPB mah gitu yah, wisuda D3 diadakan di kampus S1, jd saya dan teman2 bs dateng ke wisudaannya anak D3. kebetulan temen saya yg wisuda itu temen SMA, dulu temen sepermainan, jd deh saya dateng ke sana. hehehe
ini fotonya..ciiiieee *lho?

dan pas saya liat ijazahnya, ternyata dia cumlaude doooonngg!! waaaaaaaww temen saya ternyata hebat yaaahh..hehehe..sedangkan saya? nilai C menghiasi transkrip saya di tiap semester -.-’ apalagi waktu TPB (Tingkat Persiapan Bersama), ada 4 nilai C, di eksak semua lagi. hahahahahaha yaaa nasiiiiiiiipppp -.-’
udah lah, bersyukur aja. Alhamdulillah ga pernah ada yg ngulang
yuuuuuuuppp. harus selalu bersyukur dgn semua yg udah Allah berikan
*melihat temen saya wisuda, saya jd pgn cepet2 wisuda jugaaa.. semoga taun depan saya udah bisa wisuda. amiiiiiiinnnn
SEMANGAAAATT bwt semua temen2 yg lg nyusun atau nyelesein skripsinyaaaa!! skripsweet bgt deeeeeeehhh