Another flash fiction…
Di sebuah padang bunga, beberapa ekor kupu-kupu terbang dengan bebasnya. Warna sayap mereka yang berwarna-warni menyedot perhatian kuntum-kuntum bunga yang berada di sana.
“Ahh, aku iri melihat para kupu-kupu. Mereka bisa terbang dengan bebas diatas sana,” kata Mawar sambil memandang dengan kagum ke arah kupu-kupu.
“Bersyukurlah dengan apapun yang kita miliki, War. Kamu kan bunga yang cantik,” kata Anyelir si bijak.
Sedangkan di atas sana, kupu-kupu melihat hamparan bunga yang sangat indah. Aku ingin menjadi salah satu dari mereka. Sehingga aku tidak perlu lari dari kejaran burung-burung yang ingin memangsaku, kata kupu-kupu dalam hati. Dan burung itu semakin dekat. Kupu-kupu tidak bisa terbang dengan cepat. Diapun menjatuhkan diri ke padang bunga…..
THE END! Hahaha ini bukan cerita kupu-kupu yang lucu yah? Anggap aja kupu-kupu yang lucu yah *maksa* :p. Dan rada ngegantung -.-’ tapi udah beres ko ceritanya. Silakan persepsikan masing-masing :p have a nice weekend
Dah lama juga aku ga pernah lihat kupu yg indah padahal dulu banyak banget kupu.
sekarang adanya kupu2 malam sama-sama indah dimata tapi klo kupu malam belum mengalami metamorfosis kali ya…
bersyukur menjadi diri kita sendiri, karena orang lain pasti akan selalu terlihat lebih dibanding kita.. berhenti membandingkan maka kita akan bahagia
salam Putri
Eaaa…ini kupu-kupu sama bunga musti banyak ngobrol ^_^
Bagus kok Put ceritanya, filosofis bgt heuheu…
hahahaha.. kirain kupu-kupunya kenapaaa gitu! bagus kok ceritanya, beneran deh!!! singkat, padat, jelas tanpa kehilangan maknanya…
Great blog you’ve got here.. It’s hard to find good quality writing like yours these days.
I honestly appreciate people like you! Take care!!