Aku menghirup udara pagi yang segar di rumahku. Rasanya sangat nyaman. Aku meregangkan tangan, memutar-mutar pinggang, melemaskan semua anggota badanku yang terasa kaku setelah tidur semalaman.
Kemudian, aku melihat sesosok makhluk yang menarik perhatianku. Segera saja aku memfokuskan mataku padanya. Mataku melihat dengan buram, segera saja aku ingat kalau aku sedang tidak memakai kacamata. Aku mengambil kacamata yang tergeletak di meja samping tempat aku berdiri. Setelah aku memakai kacamata, ternyata makhluk itu sudah pergi, dan aku tidak dapat menemukannya kembali.
Sepanjang hari, aku memikirkan makhluk itu. Pikiranku tidak pernah lepas darinya. Mengapa baru kali ini aku melihatnya? Tidak, sebenarnya pertanyaan yang benar adalah: mengapa aku tidak memperhatikannya? Padahal aku selalu melihat dia bermain dengan yang lain. Tapi saat itu aku tidak benar-benar memperhatikannya.
Sepulang kantor, aku menyempatkan diri untuk melihat ke arah rumah yang berada di seberang rumahku. Berusaha untuk melihat keberadaannya. Tapi dia tidak terlihat. Aku pun segera pulang ke rumah, mencari istriku yang pasti sudah ada di dalam rumah. Benar saja, istriku sedang membaca buku. Aku segera mendekatinya, memintanya untuk bersama-sama pergi ke rumah seberang. Istriku terlihat senang. Sudab berapa lama istriku memang melihat makhluk yang menarik perhatian itu. Tapi aku masih belum percaya sampai akhirnya aku melihatnya sendiri.
Kami berdua pergi bersama ke rumah itu. Sang pemilik rumah meyambut kami dengan senang hati. Beliau membawa kami ke sebuah kamar, tempat makhluk manis yang menawan itu tinggal. Dia tersenyum ketika kami datang. Aku dan istriku semakin jatuh cinta dengannya. Setelah berbincang dengan semua orang yang berwenang, akhirnya kami berencana untuk mengadopsi makhluk manis itu. Kami sebenarnya memiliki anak yang tidak kalah manis, dan dia pasti akan senang kalau tahu kami akan mengadopsi makhluk manis itu. Karena anak kami itu pun sangat menyukainya.
“Saya akan mengantar kalian kepada Lulu lagi,” kata ibu pemilik panti kepada kami. Makhluk manis itu ternyata bernama Lulu. Seorang anak perempuan yatim piatu yang berusia 1 tahun. Kedua orang tuanya telah meninggal dalam kecelakaan lalu lintas dua bulan yang lalu. Istri dan anakku memang sudah jatuh cinta sejak Lulu datang ke panti asuhan yang berada di seberang rumahku. Aku pun langsung jatuh cinta, meski baru melihatnya. Aku berbisik ke telinga Lulu yang ternyata telah tertidur, “Kamu manis,” kataku.
Bogor, 14 Januari 2012
Hari ketiga #15HariNgeblogFF yang diadakan oleh Mbak @WangiMS dan Mas @momo_DM
kata mereka .....